Posted by: mejagambar | October 27, 2009

Merencanakan, Merancang & Membangun Rumah Tinggal Islami (bagian 1)

Rumah tinggal bagi manusia merupakan kebutuhan dasar disamping kebutuhannya akan pangan dan sandang. Sesudah manusia terpenuhi kebutuhan jasmaninya, yaitu sandang, pangan dan kesehatan, kebutuhan akan tempat tinggal merupakan salah satu motivasi untuk pengembangan kehidupan yang lebih tinggi lagi.

 

Menurut Maslow (1970) tingkat kebutuhan manusia terhadap hunian dapat dikategorikan sebagai berikut :

 

Biological and Physiological needs

Merupakan kebutuhan yang paling dasar yang harus dipenuhi pertama kali. Pada tingkat kebutuhan ini hunian merupakan kebutuhan untuk dapat bertahan hidup, aman dari ganguan iklim maupun mahluk hidup yang lain. Hunian harus dapat menyediakan makanan, minuman, kehangatan dan perlindungan terhadap jasmani.

 

Safety needs

Pada tingkat kebutuhan ini hunian merupakan sarana perlindungan untuk keamanan dan keselamatan tubuh dan  hak milik (harta) penghuninya.

 

Belongingness and Love needs

Merupakan sarana untuk diakui sebagai keluarga,, anggota dari golongan tertentu. Hunian disini berperan sebagai identitas seseorang untuk diakui dalam golongan bermasyarakat.

 

Esteem needs

Kebutuhan manusia untuk dihargai dan diakui eksistensinya. Hunian merupakan sarana untuk mendapatkan pengakuan atas pencapaian hidupnya, kebebasan, status, prestise dan lain sebagainya. Pada tingkatan ini rumah bukan merupakan kebutuhan dasar lagi tapi sudah meningkat pada kebutuhan yang lebih tinggi yang harus dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Rumah yang indah dan luas dapat memberikan kebanggaan dan kepuasan pada penghuninya.

 

Cognitive needs and Aesthetic needs

Merupakan tingkat yang paling tinggi, pada tingkatan ini hunian tidak saja merupakan sarana peningkatan kebanggaan dan harga diri, tetapi agar bisa dinikmati juga keindahannya.

 

Dilihat dari tingkatan ini, rumah tinggal yang ideal setidaknya dapat memenuhi tiga tingkatan kebutuhan manusia.

 

Lalu bagaimana rumah tinggal yang ideal menurut Islam?

 

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal”

(QS.An-Nahl:80)

Ibnu Katsir mengomentari ayat tersebut dengan menyatakan bahwa “Rumah adalah bagian dari kesempurnaan nikmat yang Allah berikan pada manusia, sebagai tempat tinggal, tempat istirahat, dan dapat mengambil manfaat dari semua sisi kemanfaatan”.

 

Sabda Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani “Sungguh beruntung bagi siapa yang mengekang (menjaga) lisannya, luas rumahnya dan menangis atas kesalahannya”.

Oleh karena itu, bagi anda yang diberi karunia oleh Allah sehingga dapat memiliki (akan memiliki) rumah, perlu memperhatikan hal yang terkait dengan lokasi rumah dan rancangan /disain, agar rasa syukur dan manfaat dari memiliki rumah tersebut bisa dioptimalkan.

 

 

Rumah Tinggal Islami

Tempat tinggal sebenarnya tidak terpisahkan dari dari unsur lingkungannya sehingga unsur lingkungan ini harus dijaga agar mempunyai hubungan yang harmonis. Manusia, tempat tinggal dan lingkungan merupakan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena pada hakikatnya manusia merupakan bagian dari lingkungan. Manusia dapat dibentuk oleh tempat tinggal dan lingkungan. Sebaliknya tempat tinggal dan lingkungan akan dibentuk serta diubah oleh manusia selama manusia itu menjalani kehidupannya.

Bila kita menginginkan rumah tinggal yang islami, maka yang pertama harus diperhatikan adalah kita harus memilih lingkungan yang islami.

Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR. Al Khatib)

Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik. Sebab jika tetangga dan lingkungan  tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. bila memungkinkan lokasinya dekat dengan masjid, tidak hanya sekedar mengingatkan masuknya waktu shalat, juga dapat menunaikan shalat berjamaah, dan anak-anak terbiasa dengan suasana ibadah.

Bila lingkungan yang yang baik sudah kita dapatkan barulah kita mulai memikirkan rancangan rumah tinggal yang islami.

Baiti Jannati, rumahku adalah surgaku. Demikian sabda Rasulullah SAW, yang menggambarkan betapa pentingnya peran rumah dan keluarga dalam kehidupan manusia.

 

yang dimaksud dengan rumah yang Islami adalah rumah yang dibangun semata-mata hanya untuk beribadah dan berserah diri kepada Allah. Lebih lanjut, terwujudnya rumah tinggal yang didasari nilai-nilai Islam dapat pula membentuk satu perilaku dan akhlak yang menuju kepribadian dan citra diri Islam yang dibentuk dari lingkungan tersebut.

 

Ciri rumah yang Islami adalah rumah yang di dalamnya selalu didirikan ibadah kepada Allah, rumah yang di dalamnya terjadi internalisasi nilai Islam secara kaffah (sempurna), rumah yang di dalamnya ada qudwah hasanah (keteladanan yang baik), rumah yang di dalamnya ditegakkanya syariat Islam, rumah yang dapat menghindarkan penghuninya dari hal-hal yang tidak Islami, dan rumah yang berperan sebagai tempat pembinaan generasi mendatang.

rumah yang Islami bukanlah rumah yang desain arsitekturnya seperti masjid atau rumah yang di dalamnya penuh dengan ornamen-ornamen Islam, seperti kaligrafi, dan lainnya. rumah yang Islami adalah rumah yang memungkinkan penghuninya untuk saling bersilaturahmi dan berinteraksi. Sementara itu, privasi masing-masing orang juga bisa terjaga di dalamnya.

 

Namun, yang lebih penting rumah yang Islami adalah rumah yang tidak menutup diri dari dunia luar. Memungkinkan interaksi dan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar dan para tetangga bisa berlangsung dengan baik. Rumah Islami juga bukan rumah yang menonjolkan kemewahan dan kekayaan.

 

(dari berbagai sumber)


Responses

  1. kritik, saran dan komentar sangat saya harapkan dari para pembaca untuk menyempurnakan tulisan saya yang masih banyak kekurangannya,
    terima kasih

  2. Assalamu’alaykum.

    Alhamdulillah, saya sedang mengusahakan tanah di dekat masjid dengan luasan 15.6 m (utara-selatan) X 10 m(barat-timur) menghadap ke utara.
    Rencana membangun rumah dengan : 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, tempat cuci, serta ruang keluarga.
    Rencananya tidak terlau besar (mungkin type 25 atau 27).
    lebar bangunan 6 meter.
    1. Apakah sebaiknya bangunan di tempatkan di tengah (menyisakan tanah @ 2 m di samping kanan -kiri atau dipinggirkan (menyisakan tanah 4 m)?
    2. Ada saran untuk desainnya?
    Terima kasih
    Wassalamu’alaykum

    • wa alaikumsalam,

      saya coba beri masukan untuk desainnya.
      bila suatu saat bangunan akan dikembangkan sebaiknya bangunan berada di pinggir, sehingga memudahkan bila akan dibangun dikemudian hari. lagipula bila hanya tersisa tanah 2m saya rasa tanggung, dan malah menjadi lorong.

      untuk desain bisa mencontoh desain-desain rumah di brosur perumahan,

      demikian yang bisa saya sampaikan, terimakasih

      • Saya tambahkan sedikit mas. Bila ingin membangun mepet ke tembok, perlu diperhatikan saat membangun. Jangan sampai merugikan tetangga (merusak, mengganggu, dll). Baiknya minta ijin dulu sm tetangga.
        Kalau desainya, pilihlah yang sesuai fungsi, dan tidak berlebihan. Sederhana tidak harus jelek. Bagus tidak harus neko-neko. Makasih. Maaf kalau salah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: