Posted by: mejagambar | January 1, 2013

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 31,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 7 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Posted by: mejagambar | February 10, 2012

RIVERSIDER, Batukaras

Sebuah resort yang berada dekat pantai Batukaras, tepat di pintu masuk area wisata pantai Batukaras. Setelah bayar tiket masuk di sebelah kiri kita akan melihat sebuah resort yang berada di tepi sungai Cijulang. Cukup unik karena hampir seluruh bagian resort ini menggunakan material alamiah dan merupakan material lokal daerah Batukaras.
Terdiri dari beberapa Cabin yang terbuat dari kayu kelapa dengan atap dari bahan daun nipah, ada beberapa ukuran cabin, ada yang berkaki empat, enam, dan delapan. (kaki=tiang bangunan) mulai dari yang kapasitas 2 orang hingga yang bisa untuk 20 orang.
Aktivitas utama yang bisa dilakukan di resort ini adalah watersport, bisa berperahu, speedboat, jetski, banana boat, canoe, atau hanya sekedar duduk di tepi sungai sambil memancing.
Icon dari resort ini adalah biyawak, ini dikarenakan di tengah resort ada sebuah kolam kecil yang terhubung dengan sungai, di kolam ini sering dijumpai biyawak.
Konsep “green” pada resort ini dibuktikan dengan tidak ada satu pun pohon yang ditebang pada saat pembangunan. Penempatan bangunan menyesuaikan dengan posisi pohon, maka jangan heran bila ada kamar mandi di dalamnya ada sebatang pohon.

Posted by: mejagambar | February 10, 2012

PERPUSTAKAAN KOMUNITAS, Cigalontang, Singaparna

Perpustakaan ini digagas oleh Yayasan Nurani Dunia, dengan Bapak Imam Prasodjo sebagai direkturnya. Pembangunan perpustakaan ini dibiayai oleh BII yang berperan sebagai donatur, melalui program CSRnya. Perpustakaan ini dibangun di areal SMP Negeri 1, Cigalontang, Tasikmalaya yang sedang dalam tahap rehabilitasi setelah hancur akibat gempa Tasikmalaya beberapa tahun yang lalu. Walaupun dibangun di areal sekolah perpustakaan ini diperuntukan untuk seluruh warga desa, dalam pembangunannya pun melibatkan masyarakat desa yang secara sukarela bergotong royong.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai bawah hanyalah sebuah “kolong” yang digunakan untuk ruangan baca dan belajar untuk masyarakat di Desa Cigalontang ini.

Lantai atas terdiri dari dua ruangan terpisah yang dihubungkan oleh sebuah koridor. Ruangan penghubung ini adalah ruang terbuka yang hanya ditutup oleh kisi-kisi, ini dimaksudkan untuk sirkulasi udara agar tidak lembab di bagian tengah bangunan. Dua ruangan di lantai atas adalah untuk ruang buku dan yang satunya lagi untuk ruang audio visual. Selain itu terdapat pula sebuah koridor panjang yang bisa digunakan untuk ruang baca outdoor.

Karena berada di daerah yang rawan gempa bangunan ini strukturnya dirancang untuk tahan terhadap gempa. Diharapkan bila terjadi gempa, saat bangunan lain roboh, bangunan ini dapat tetap berdiri. Walaupun akan terjadi deformasi (perubahan bentuk) namun dapat dikembalikan ke posisi semula. Semua elemen bangunan pun dibuat aman, contohnya genteng yang disekrup ke reng agar tidak berantakan dan jatuh saat terjadi gempa ataupun angin puting beliung.

ImageImage

Image

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Simak Juga Artikelnya di sini:

http://www.kabar-priangan.com/news/detail/2558

 

Posted by: mejagambar | September 22, 2011

Desain Rumah Tinggal Di Lahan Melebar

Desain ini adalah desain rumah tinggal Bpk. Kadar Abidin, yang berlokasi di daerah Sumedang, Jawa Barat. Yang unik adalah bentuk lahannya yang lebar,yaitu 28 meter, sedangkan panjang ke belakang hanya 10 meter. Tentu saja bentuk lahan ini perlu desain yang tepat agar setiap ruang tetap mendapatkan pencahayaan alami dan udara yang optimal.

Lahan yang pendek tidak memungkinkan adanya taman yang besar di belakang. Untuk mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik, maka dibuatkan sebuah taman kering di bagian belakang, ukurannya kecil, tetapi menjadi semacam “cerobong udara” yang mengalirkan udara panas ke atas, sementara udara segar masuk dari bagian depan bangunan.

Taman depan yang cukup pendek, menjadikan rumah ini terlalu dekat ke jalan di depannya, untuk menghindari debu dibuatkan sebuah kolam di bagian depan bangunan hampir sepanjang bangunan. Uap air dari kolam diharapkan dapat menangkap partikel debu dari jalan di depan, sehingga udara yang masuk ke bangunan relatif lebih bersih.


Posted by: mejagambar | December 20, 2010

Jasa Desain Arsitektur Murah

Saat ini, masih banyak anggapan bahwa jasa desain arsitek itu mahal sehingga banyak sekali rumah atau bangunan skala kecil hingga menengah dibangun tanpa keterlibatan arsitek. Akibatnya justru jauh lebih mahal daripada penghematan biaya perencanaan arsitek.

Tujuan jasa desain murah ini adalah agar dapat melayani lebih banyak orang sehingga mereka dapat memiliki karya arsitektur yang didesain secara serius.

Agar lebih sederhana saya bagi jasa desain dalam tiga paket, yaitu:

1. Paket A – Sederhana Rp. 10.000/m2 luas bangunan.

(untuk luas dibawah 100m2 dikenakan biaya Rp. 1.000.000)

Terdiri dari :

1. Denah tata ruang bangunan, Fasad/ tampak depan, dan tampak samping

2. Gambar 2d yaitu gambar potongan bangunan

2. Paket B – Menengah Rp. 15.000/m2 luas bangunan.
Terdiri dari :

1.  Denah

2. Tampak

3. Potongan

4. Renc. Pondasi

5. Renc. Atap

6. Renc. Lantai

7. Renc. Plafond

8. Renc. Balok & kolom- Renc. Titik Lampu

9. Renc. Sanitasi & Drainase

10.Renc. Penulangan plat lantai.

11. Detail Struktur dan Arsitektural

3. Paket C Lengkap  Rp. 25.000/m2 luas bangunan.

Terdiri dari:

1.  Denah

2. Tampak

3. Potongan

4. Renc. Pondasi

5. Renc. Atap

6. Renc. Lantai

7. Renc. Plafond

8. Renc. Balok & kolom- Renc. Titik Lampu

9. Renc. Sanitasi & Drainase

10.Renc. Penulangan plat lantai.

11. Detail Struktur dan Arsitektural

12. Rencana Anggaran Biaya ( RAB)

Cara Pemesanan

Untuk pemesanan dapat menghubungi
081 321 1818 44, 081 321 457 182 atau dapat mengirimkan e-mail ke mejagambar@rocketmail.com

Sertakan data-data awal sebagai pedoman kami dalam pembuatan rancangan awal seperti :

  • Kebutuhan Ruang.
  • Data ukuran lahan.
  • Keterangan kondisi lahan terhadap lingkungan.
  • foto lahan, rumah atau ruangan yang akan digarap.
  • Keinginan khusus dari klien.

Dapat juga disertakan referensi agar kami dapat memahami desain seperti apa yang anda harapkan. Referensi-referensi tersebut antara lain: foto/scan, artikel, atau sketsa yang bisa anda kirim melalui email

Analisa, konsep pemikiran dan design awal akan dikirim melalui email sesuai waktu yang disepakati. Begitu design awal disetujui, segera akan dilakukan pengembangan desain sesuai keinginan Anda dalam batas waktu yang disepakati bersama.

Untuk Kota Bandung dan sekitarnya kami siap datang ke tempat anda untuk konsultasi dan survey lokasi

Cara Pembayaran

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening:

BCA: 3760240591 a/n Ali Kusmayana

Biaya Awal Desain

Setelah memilih salah satu Paket Desain Atau di atas dan setuju mengunakan Jasa Desain  maka wajib memberikan   tanda jadi / keseriusan pekerjaan.

Pembayaran Pertama

Dibayarkan setelah setuju dengan denah Atau Pengajuan Fasad yang telah diajukan Dikenakan Biaya
Sebesar 50% Dari Perhitungan Denah Yang Telah Di Setujui dan Di sepakati Untuk Dihitung Luasan bangunannya (untuk paket A langsung pelunasan)

Pelunasan

Dibayarkan setelah Gambar  selesai 100% dan Di terima, Sebesar 50% dari jumlah Total Biaya desain
di Kurangi Biaya Awal Desain Yang telah diterima pada saat pemilihan Paket Desain di awal Konsultasi.

Penawaran Khusus

Bagi yang mengambil salah satu paket di atas berhak memesan gambar 3D dengan harga khusus, yaitu Rp. 350.000/view

Posted by: mejagambar | December 13, 2010

Trend Pengembangan Perumahan di Bandung

Trend pengembangan perumahan khususnya di Kota Bandung saat ini bisa dikatakan telah bergeser. Bila dahulu pengembangan perumahan dilakukan hanya oleh developer ternama dengan proyek perumahan yang besar, kini mulai banyak pengembangan perumahan yang dilakukan oleh developer kecil bahkan perorangan, dengan ukuran proyek yang lebih kecil. Biasanya pengembangan perumahan hanya dilakukan di lahan dengan luas kurang dari 5000 m2, dengan konsep cluster atau cul de sac yang hanya terdiri dari sekitar 40 unit rumah.

Dengan jumlah unit yang sedikit tentu saja ada kelebihannya karena perumahan menjadi terasa lebih ekslusif, dengan satu pintu masuk yang dijaga oleh petugas keamanan sehingga penghuni merasa lebih aman. Selain rumah mewah, rumah sederhanapun mulai menerapkan konsep ini. Mulai dari type 36 hingga type yang lebih besar, dengan model bangunan modern minimalis.

Pemilihan lokasi pun cukup strategis karena memilih lahan di kantong-kantong pemukiman yang telah hidup di lokasi yang dekat dengan pusat kota dan pusat kegiatan. Trend seperti ini bukanlah tanpa alasan, selain karena semakin sulitnya lahan untuk perumahan di perkotaan, pembangunan perumahan dengan skala kecil lebih sederhana baik dari segi perijinan, pembangunan dan pengelolaan. Dengan jumlah unit yang kecil pengembang tidak perlu membuat fasilitas umum/fasilitas sosial yang lengkap, sehingga biaya proyek dapat ditekan dan harga jual unit rumah pun lebih murah. Modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan perumahanpun tidak terlalu besar, apalagi bila menggunakan system indent, bangunan akan dibangun bila sudah terjual, sehingga beban biaya konstruksi yang harus ditanggung pengembang tidak terlalu besar.

Dari sisi konsumen, trend seperti ini ada keuntungannya juga, karena menjadi lebih banyak pilihannya, selain itu lokasinya pun biasanya berada dekat dengan pusat kota dan berada di lingkungan yang telah hidup dengan sarana penunjang yang lengkap seperti sekolah, pasar, fasilitas kesehatan dll. Dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan membeli rumah di perumahan ternama yang lokasinyapun biasanya berada agak di pinggiran kota.

Namun konsumen pun perlu berhati-hati dalam memilih perumahan dan pengembangnya, karena ada juga perumahan yang bermasalah lahannya, perijinan dan kualitas bangunannya. Sebaiknya menggunakan fasilitas KPR dari bank, agar lebih terjamin, karena pihak bank tidak akan sembarangan memberikan kredit.

Posted by: mejagambar | December 2, 2010

RUMAH KOST & LAUNDRY STT-TELKOM

Di tahun 2010 ini, proyek pertama yang menjadi wujud nyata adalah sebuah bangunan 2 lantai dengan fungsi sbg rumah kost+ laundry di daerah Bojongsoang Bandung. Dengan rupa bangunan minimalis modern, perancangnya -dua orang lulusan jurusan interior FSRD-ITB- menginginkan ruang-ruang yang bersih dari kolom dilantai dasar sementara diatasnya adalah kamar-kamar kost dengan KM didalam. Selain itu, ternyata factor ‘low cost’ menjadi pertimbangan yang menentukan perancang dan owner memilih kami sebagai kontraktor. Sebelumnya mereka telah melakukan survey untuk mencari kontraktor yang sanggup mengerjakan bangunan ini dengan anggaran 2 juta/m2. Rata-rata kontraktor yang mereka temukan meminta 2.4 juta/m2. Walaupun diakhir proyek, kami menyadari bahwa bangunan rumah kost dengan pangsa pasar mahasiswa STT TELKOM ini memerlukan biaya rata-rata 2.1 juta/m2.

Selain sebagai kontraktor, kami juga membantu proses perancangan dari segi lay-out dan konstruksi, berdasarkan pengalaman kami dalam hal rancang-bangun rumah kost sebelumnya. Diantaranya; kami menyarankan luasan kamar diperkecil, agar jumlah kamar diperoleh lebih banyak dan terasa lebih kompak. Dari segi konstruksi, kami  berusaha menerapkan komitmen kami terhadap prinsip 3R (reduce-reuse-recycle). Kami memilih untuk melakukan tindakan- tindakan kecil yang kami yakini kebenarannya dalam hal ecology-sustainable development. Diantara yang kami lakukan adalah; menggunakan plat baja bondecks sebagai cetakan sekaligus struktur lantai bangunan dan menggunakan batang bamboo sebagai perancah/stootwerk, hal ini kami yakini mengurangi penggunaan papan bekisting atau  multiplek sebagai bekisting cetakan beton dan mengurangi banyak sekali penggunaan kayu kaso, yan g otomatis ujung-ujungnya akan  mengurangi penebangan pohon.  Lebih jauh lagi, kami menggunakan material kayu keras bekas sebagai kusen, daun pintu dan daun jendela, dengan harapan akan lebih banyak lagi mengurangi penebangan pohon kayu di hutan-hutan tropis kita, di Kalimantan, Sumatra & Papua. Kami juga menggunakan conblock bukan bata merah, kami menggunakan genteng bekas bongkaran bangunan jaman Belanda sebagai penutup atap, dengan tujuan  tidak ada lagi pohon yang ditebang dan diambil kayunya untuk membakar batu-merah dan genteng tanah liat. Toh, setelah melalui proses pelapisan dengan cat genteng, genteng kuno ini kembali maksimal tampilan dan kinerja-nya.

Dari segi struktur kami mencoba untuk ber-eksperimen tentang bondecks. Jika selama ini saya menggunakan balok penyangga setiap 1.5 sd 2 meter, sesuai dengan spesifikasi pabrik. Setelah berkonsultasi dengan seorang teman yang civil-engineer, saya mencoba bentang 4.5 meter tanpa balok penyangga ditengahnya. Apa yang kami pikirkan adalah lebih baik menambah penulangan besi (karena terpasang di bangunan) daripada kami menggunakan banyak bekisting dan perancah yang pada akhirnya akan dibuang?…Lainnya kami juga menggunakan besi hollow sebagai rangka plafon-gypsum, selain karena komitmen mengurangi penggunaan kayu semaksimal mungkin, juga dalam rangka mengurangi resiko kebakaran, karena berdasar pengamatan kami selama ini, rangka plafond dari kayu menjadi pengobar api utama setiap terjadi kebakaran.

Selain dari segi konstruksi dan pemilihan material, kami juga berusaha mengolah dari segi waktu. Jika biasanya, sebelum ini, untuk bangunan seluas ini kami membutuhkan waktu 24 bulan/ 6 bulan, kami yakin apabila kami dapat mengaturnya, pembangunan akan lebih efesien, lebih cepat, akhirnya lebih murah. Kami memperhitungkan semua aspek berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Mulai dari desain, konstruksi, cara membangun, aspek koordinasi, sampai pada termin pembayaran. Khusus mengenai aspek keuangan, kami negosiasikan berkenaan dengan 2 hal pokok, yakni mengenai termin pembayaran dan peniadaan retensi. Termin pembayaran dibagi dua kali saja; diawal 50% dan ditengah sebesar 50%. Tanpa retensi. Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa cost pembangunan ditekan habis, termasuk margin, menjadi sangat tidak fair apabila masih ada retensi. Kenapa demikian? Berdasarkan pengalaman, biasanya jika termin dibagi banyak kali, kejadiannya  adalah customer/owner akan menahan pembayaran apabila terjadi keterlambatan progress pekerjaan. Padahal dibanyak kejadian , keterlambatan lebih banyak terjadi akibat kekurangan dana dan keterlambatan pencairan. Jadi sikap owner yang menahan pembayaran justru akan membuat proyek semakin terlambat dan berantakan. Pemikirannya jika pembayaran hanya dibagi 2x termin, di awal dan 50% progress, proyek justru menjadi lebih lancar, tidak megap-megap kehabisan dana. Selama customer percaya penuh, ditandai dengan terjadinya bisnis, seharusnya tidak ada masalah dengan konsep termin pembayaran seperti ini. Owner setuju dan hasilnya memang proyek berjalan lancar dan tepat waktu.

Kepada owner kami menjanjikan waktu yang normal sekitar 6 bulan optimum, tetapi saat kami berhasil menyelesaikan tahap-1 hanya dalam waktu 2 bulan saja, owner menghendaki seluruhnya dituntaskan dalam 4 bulan. Cukup memusingkan, walau pada akhirnya kami dapat menyerahkan bangunan dalam waktu 17 minggu saja (4 bulan lebih 1 minggu).

Itulah beberapa komitmen kami terhadap ecology-sustainable development, sekaligus kiat-kiat kami dalam mengurangi ‘cost’ membangun sebuah rumah kost+laundry di Bandung. Hasilnya adalah seperti dalam foto-foto berikut ini(foto kondisi terakhir belum diambil). Sebagai catatan akhirnya kami menyadari bahwa bangunan seperti itu harga permeter persegi-nya seharusnya adalah 2.1 juta rupiah. Tapi dibanding kontraktor lain yang hanya sanggup bila angkanya 2.4 juta rupiah per meter persegi, kami lumayan lah..

Posted by: mejagambar | November 15, 2010

Full Service Architect

Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa pekerjaan seorang arsitek hanyalah membuat desain bangunan. Namun ternyata tidak demikian, karena ada kalanya seorang arsitek harus mendampingi klien mulai dari mimpi untuk memiliki rumah hingga rumah selesai dan siap untuk dihuni.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendampingi klien yang juga salah satu saudara dekat saya, untuk mewujudkan impiannya memiliki sebuah rumah. Keinginannya sih cukup sederhana hanya sebuah rumah dua lantai dengan empat buah ruang tidur, yang menjadi masalah adalah saudara saya ini belum memiliki lahan untuk membangunnya, bahkan biaya untuk membeli lahan dan membangun rumahnyapun belum tersedia sepenuhnya, saudara saya hanya mempunyai sedikit uang tabungan. Tapi jangan menyerah kita cari solusinya.

Mencari Lahan

Langkah pertama yang kami jalankan adalah mencari lahan, (belum punya duitnya kok cari lahan….biarin aja cari lahan kan ngga pake duit). Bermodalkan iklan baris di surat kabar lokal kamipun mulai mencari lahan, saat itu kami mencari lahan dengan luas sekitar 100 m2. Setelah hampir tiga minggu keliling mencari lahan, akhirnya kami menemukan lahan yang sesuai dengan yang diinginkan di daerah Bandung Timur. Dengan luas lahan 120 m2 dan berada di sebuah komplek perumahan yang cukup nyaman.

Negosiasi dengan pemilik lahan

Dengan harga tanah 800 ribu rupiah /m2, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli lahan adalah 96 juta rupiah. Setelah tawar menawar akhirnya disepakati harga 750 ribu /m2. Sehingga total biaya lahan adalah 90 juta rupiah. Namun kami meminta agar pembayaran dapat diangsur dan membayar uang muka sebanyak 20% atau sebanyak 18 juta rupiah. Kesepakatanpun diatur di perjanjian jual beli di hadapan notaris.

Membuat Perencanaan

Setelah lahan tersedia kami mulai melakukan perencanaan. Karena sejak awal sudah punya keinginan yang jelas, maka proses desain pun tidak terlalu sulit. Hanya dua kali revisi desain rumah tinggal sudah final, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat gambar kerja (bestek) dan rencana anggaran biaya (RAB). Berdasarkan desain, luas bangunan yang direncanakan adalah 110 m2 dengan biaya konstruksi per m2 Rp. 2,25 Juta,  jadi biaya yang dibutuhkan untuk membangun adalah Rp. 247,5 Juta.

Mengurus Perijinan

Izin yang diperlukan adalah izin mendirikan bangunan (IMB), tinggal datang saja ke Unit Pelayanan Satu Atap, Pemkot Bandung, lalu mengisi dan menandatangani formulir permonan. Menyerahkan berkas yang dibutuhkan, antara lain; surat bukti kepemilikan tanah, gambar rencana bangunan dari arsitek, gambar dan perhitungan konstruksi, gambar instalasi, photo copy KTP, juga PBB tahun terakhir. Karena berkasnya lengkap dalam 12 hari kerja IMB sudah selesai.

Mencari Sumber Pembiayaan

Tahap yang paling sulit adalah mencari sumber pembiayaan. Setelah mencari informasi ke beberapa bank baik negeri maupun swasta, akhirnya kami memperoleh informasi tentang  BNI Griya.

BNI Griya adalah fasilitas kredit untuk pembelian/pembangunan/renovasi rumah tinggal, rumah susun, ruko, rukan, apartemen dan rumah peristirahatan (villa) atau untuk pembelian kavling/tanah matang di real estate, kavling pemerintah atau swasta. Dengan minimal kredit Rp 10 juta dan maksimal Rp 5 miliar, kita juga bisa bebas memilih lokasi rumah/ kavling, dengan waktu pembayaran maksimal 20 tahun.

Dengan self financing minimal 10% dari harga tanah berikut rumah yang akan dibiayai, dan berdasarkan perencanaan biaya, biaya untuk tanah dan pembangunan rumah adalah  Rp. 337,5 Juta, maka kami harus punya  Rp. 33,75 juta untuk self financing. Dan sisanya sebesar Rp. 303,75 Juta dibayarkan oleh bank. Dana tersebut digunakan untuk melunasi pembayaran tanah dan untuk biaya membangun.

Proses Pembangunan

Setelah semuanya siap akhirnya kami mulai membangun. Tidak ada kendala apapun dalam proses pembangunan ini. Dengan dukungan tukang yang berpengalaman dan pengawasan secara ketat, pembangunan yang direncanakan selesai dalam waktu 6 bulan dapat diselesaikan dalam waktu 4 bulan, apalagi saat itu cuaca mendukung, sehingga kami dapat bekerja secara optimal.

Posted by: mejagambar | June 15, 2010

Membangun Rumah, tidak harus mahal

Apakah membangun rumah yang nyaman, indah dan kuat harus menghabiskan dana yang besar?. Ternyata tidak juga, dengan dana terbatas kita bisa membangun rumah yang nyaman, indah, kuat, bahkan unik . Bagaimana caranya?

Desain

Desain sebisa mungkin harus simple, bentuk denah diusahakan cenderung berbentuk kotak sehingga lebih memudahkan untuk mendesain bentuk atap. Bentuk denah yang berliku-liku akan menyulitkan dalam mendesain bentuk atap. Bentuk atap yang simpel juga lebih minim sambungan dan talang sehingga  tidak ada resiko bocor, yang biasanya terjadi di talang, jurai dan ampig.

Model bangunan minimalis? Memang saat ini sedang menjadi trend, namun hanya modelnya yang minimalis, tetapi biayanya maksimalis, karena modelnya dipaksakan agar minimalis. Form follow function- bentuk mengikuti fungsi, itulah yang menurut saya lebih tepat dikatakan minimalis, hilangkan elemen bangunan yang tidak perlu. Jadikan struktur dan material sebagai elemen dekoratif. Lebih bijak bila tidak mengikuti trend, karena bila mengikuti trend lima atau sepuluh tahun ke depan rumah kita akan ketinggalan mode.

Pemilihan Material

Pertimbangan pemilihan material adalah harga, kekuatan (daya tahan), kemudahan perawatan atau bahkan bebas perawatan. Sebagai contoh, kuda-kuda baja ringan memang sedikit lebih mahal dari kuda-kuda kayu, namun lebih tahan lama dan bebas perawatan, sehingga lebih ekonomis.

Penggunaan conblock sebagai pengganti bata, dengan ukurannya yang besar dan lebih presisi pemasangan conblock lebih cepat daripada bata, selain itu conblock juga lebih hemat adukan. Perlu diketahui conblock berbeda dengan batako, memang bentuknya sama tapi bahannya berbeda, conblok menggunakan bahan beton, yaitu pasir, split dan semen. Sementara batako tidak menggunakan semen, hanya pasir dan tras/ kapur, sehingga dapat disimpulkan bahwa conblock lebih kuat daripada bata dan batako. Ada juga bata ringan seperti hebel, namun harganya lebih mahal dan memerlukan adukan mortar khusus untuk pemasangannya.

Material alternatif lainnya yang relatif murah adalah material bekas. Di Bandung  banyak ditemui penjual material bekas ini. Harganya lumayan murah, bisa lebih murah hingga 50% dibanding material baru. Material bekas yang biasa saya gunakan adalah genteng, kayu, besi beton (untuk pekerjaan non structural), bahan penutup lantai seperti marmer, granit atau ubin tanah liat yang antik. Khusus untuk kayu  saya lebih suka menggunakan yang bekas, karena kayunya berkualitas baik, kering, sehingga muai-susutnya rendah. Untuk besi beton hanya begel yang menggunakan besi bekas atau rangka besi beton untuk kolom praktis.

Yang perlu diperhatikan saat membeli material bekas adalah; pastikan anda membeli material sesuai kebutuhan lebih baik lagi bila dilebihkan, karena apabila kurang akan sulit mencari barang yang sama.

Untuk material seperti handel pintu, kunci, slot dan engsel sebaiknya menggunakan produk yang berkualitas bagus, agar tidak mudah rusak, patah atau macet.

Finishing juga sangat berpengaruh terhadap biaya. Ada kalanya saya membiarkan dinding tidak diaci halus, tetapi cukup diplester saja, atau bahkan diekspos bata atau conblocknya. Apabila penempatannya tepat itu akan menjadi elemen estetis pada rumah.

Tenaga Kerja

Mungkin sedikit kontradiksi, agar biaya tenaga kerja murah sebaiknya pilih tukang yang bayarannya mahal. Karena tukang yang bayarannya mahal adalah tukang yang terampil sehingga dapat bekerja lebih cepat, rapi dan jarang sekali melakukan kesalahan yang mengharuskan pekerjaan dibongkar ulang. Bila perlu berikan bonus kepada tukang bila dia bekerja melampaui target. Lalu yang terpenting pilihlah tukang sesuai dengan pekerjaan, misalkan tukang batu, tukang kayu, tukang cat, dll. Jangan menggunakan tukang yang itu – itu saja untuk semua pekerjaan karena hasilnya tidak akan maksimal.

Manajemen Proyek

Ini yang terpenting dalam pembangunan. Secara sederhana adalah: Planning-Budgeting-Monitoring, yaitu merencanakan, menganggarkan biaya, mengawasi pelaksanaan agar sesuai dengan rencana dan anggaran.

Agar biaya pembangunan dapat ditekan semua proses harus dilakukan secara ketat, baik dari pengadaan material, penggunaan material,  dan waktu pelaksanaan. Sedikit saja meleset akan berpengaruh banyak terhadap biaya.

Cara ini sudah pernah diaplikasikan pada proyek rumah kost di Bandung Selatan. Bangunan dua lantai biayanya hanya sekitar 2,1 juta rupiah per meter persegi dengan hasil yang rapi, indah, kuat dan yang pasti unik karena banyak sentuhan-sentuhan arsitektural yang sebenarnya adalah untuk menekan biaya produksi.

Jadi, kapan anda akan membangun rumah anda?

Posted by: mejagambar | November 11, 2009

Pengembangan Rumah Type 22/60

Tanya:

Saya punya rumah type 22, dengan luas lahan 60 m2. rencananya rumah ini akan kami kembangkan dan kami tingkatkan menjadi 2 lantai. Ruang yang kami butuhkan adalah:

  1. Ruang Tidur utama
  2. Ruang tidur anak  (2 buah)
  3. Kamar mandi/ WC (2 buah)
  4. Ruang Tamu
  5. Ruang Keluarga
  6. Ruang Makan
  7. Dapur
  8. Ruang cuci & Jemur
  9. Carport

eksisting

 

Model bangunan inginnya yang bernuansa modern (minimalis), tidak terlalu megah karena rumah di sekitarnya modelnya sederhana. Mohon bantuannya, desain seperti apa yang cocok untuk rumah saya, sebelumnya, terimakasih banyak atas bantuannya

Hormat Saya,

Vera, di Bandung

Jawab:

Dengan lahan yang terbatas pemanfaatan ruang harus optimal, namun harus diperhatikan juga sirkulasi udara dan cahaya agar rumah tidak berkesan sumpek dan gelap.

pengembangan

Agar bisa digunakan sebagai carport, teras depan saya pindahkan ke sebelah kiri, ruang tidur saya jadikan ruang tamu. Lalu ruang serbaguna saya jadikan ruang tidur utama. Posisi kamar mandi tidak berubah, hanya posisi pintunya yang saya pindah ke belakang. Ruang makan menjadi satu kesatuan dengan dapur. Di samping, masih disisakan ruang terbuka (taman) untuk sirkulasi udara dan sumber cahaya alami.

Di lantai atas, dua buah kamar tidur anak berada berdampingan di bagian depan, sementara di bagian belakang terdapat ruang keluarga yang cukup besar. Di atas taman ada void untuk sirkulasi udara dan cahaya. Kamar mandi berada sama posisinya dengan yang ada di bawah. Lalu tangga ada di bagian belakang, sehingga tidak menyita ruang. Untuk ruang cuci dan jemur saya letakan di lantai 3 (atap) yang dapat dicapai dari sebuah tangga putar.

Model bangunan dibuat sesimpel mungkin agar tidak terlalu mencolok dari bangunan di sekitarnya. Agar tidak berkesan datar, beberapa bagian dipasang batu temple, sementara untuk jendela kamar di lantai atas di beri teralis agar cahaya matahari tidak terlalu membuat silau.

pengembangan rumah type 22

Demikian yang bisa saya sampaikan di sini, semoga jawaban saya dapat memuaskan anda. Terima kasih.

Hormat saya,

Ali Kusmayana, ST.

Anda punya masalah seputar pembangunan dan pengembangan rumah?

Kirimkan pertanyaan sejelas mungkin dan sertakan denah asal rumah lengkap dengan ukuran, arah mata angin, kondisi sekitar (jalan, sungai, dll) ke e-mail: mejagambar@rocketmail.com

Atau bila ingin desain yang lebih lengkap KLIK DISINI

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.