Posted by: mejagambar | August 13, 2009

Rumah Tinggal Minimalis di Muara Bungo, Jambi

Pada tahun 2007 saya mendapatkan kesempatan untuk merancang sebuah rumah tinggal milik ketua DPRD Muara Bungo, Jambi.

Kesulitan utamanya adalah lokasi yang jauh, sehingga saya tidak bisa melakukan survey dan pengukuran langsung kesana. Data yang saya terima hanya berupa gambar dan foto yang dikirim oleh owner.

Pada saat pembangunan pun tetap saya mengalami kesulitan, karena tidak bisa mengawasi proses pembangunan secara langsung, tetapi untungnya rumah ini dikerjakan oleh tukang kepercayaan saya, sehingga saya bisa mengintruksikan pekerjaan kepada tukang lewat telepon. Berdasarkan foto yang dikirim pada tiap progress pelaksanaan.

Berikut ini uraian konsep desainnya:

Karena berlokasi di daerah yang beriklim tropis, saya harus tetap memasukkan unsur “shading” yang kuat. Akan banyak “overhang” lebar dan “curtain” untuk mereduksi sinar matahari. Menurunkan derajat “glare” (silau) yang pada akhirnya meningkatkan kenyamanan thermal di rumah ini.

Untuk mencapai itu semua, “kulit bangunan” menjadi fokus utama saya.  Hampir semua kulit bangunan diolah, baik secara bidang maupun bentuk massa. Saya perlu irama-permainan bentuk. Konsep minimalis bercirikan bentuk yang kuat dan minim dekoratif. Yang lagi trend adalah style minimalis yang bermain di tekstur dan garis linier vertical-horisontal. Warna pun punya genre sendiri.

View 1

Agar tercipta irama-permainan bentuk, kanopi entrance (pintu utama) saya angkat, bentuk boxes dikuatkan dengan warna gelap dan tekstur garis. Dipilih kayu kelas 1 atau produk woodplank sebgai pelapis akhir.

View 2

Di sisi kanan (garasi) bidang dengan tekstur garis horizontal mengisi pintu geser Henderson. Sementara di sebelah kiri terdapat bentuk frame kotak sebagai “anak” dari box kanopi yang di hubungkan sebagai satu kesatuan oleh horizontal lining dari kayu kelas 1 untuk menutupi area KM/WC depan.

View 3

Paling ujung Ruang Tamu diisi dengan bukaan maksimal kearah perempatan jalan menegaskan adanya komunikasi tapi sekaligus menjadi “akuarium” disaat malam hari (hmm…). Suasana modern tapi natural tanpa mengabaikan prinsip tropical architecture sangat ingin saya munculkan disini.

Susunan bentuk seperti ini saya harap ada keseimbangan yang NON-simetris. Colour scheme kemungkinan di proyeksikan dominasi warna coklat-hitam-abu beserta turunannya.

Tampak samping pun demikian, terdapat permainan tone jendela kaca yang di “frame” oleh bentuk box. Sementara disebelah kiri diisi bidang bergaris horizontal yang berfungsi sebagai curtain (terbuat dari kayu kelas-1).

Bangunan tampak seperti menggunakan atap datar, namun sebenarnya menggunakan atap berbentuk limas yang tersembunyi di balik dinding setinggi 2,5 meter.

View 4

Tampak belakang saya sentuh dengan pengolahan kanopi seperti tampak depan. Untuk memunculkan keseimbangan yang non-simetris.( Walau akhirnya kok jadi tampak seperti siluette rumah2 di Sumatra ya..)

Saat ini rumah tersebut sudah selesai dibangun, namun karena kesibukan saya di Bandung, saya tidak bisa memenuhi undangan owner pada saat syukuran peresmian rumah ini dan saya belum mendapatkan foto-foto terakhir rumah ini, mungkin memang saya harus kesana (kapan yah?).


Responses

  1. ini dekat rumah saya loh hahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: