Posted by: mejagambar | August 14, 2009

Perumahan Bergaya Bali

Sejak akhir tahun 2005 hingga sekarang saya terlibat di dalam perancangan dan  pembangunan sebuah perumahan bergaya Bali yang berlokasi di Bandung, nama perumahannya adalah Cluster Bali Kawaluyaan.

Untuk memperoleh gaya Bali, saya mengambil bentuk gapura pada bangunan tradisional  di Bali, tentu saja dengan bentuk yang lebih disederhanakan. Karena gapura asli bali sangat rumit dan penuh dengan ornamen. Bentuk gapura yang saya aplikasikan pada façade rumah  sudah bisa mewakili wajah arsitektur bali.

1

Untuk memperkuat gaya Bali, pemilik rumah dapat mengolah taman depan  dengan menambahkan elemen landscape yang bercirikan Bali, seperti lampu taman, patung, tanaman khas Bali (misal: kamboja), bisa juga melengkapi taman dengan kolam kecil atau nampan dari batu yang berisi teratai.

Perumahan Cluster Bali telah dibangun dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 36 unit, tahap kedua sekitar 130 unit. Dengan penjualan secara indent, memungkinkan pembeli untuk mengusulkan desain layout (denah), sementara untuk façade tetap harus mengikuti standart pengembang (design by order). Maka jangan heran apabila denah pada perumahan ini tidak ada yang sama  antara satu dengan lainnya.

2

System design by order sendiri merupakan nilai tambah bagi perumahan ini, karena pemilik rumah terlibat dalam proses desain, sehingga rumah yang dibangun desainnya sesuai dengan kebutuhan pemilik.

Namun sebagai arsitek, saya lumayan repot juga, karena harus membuat desain yang berbeda-beda untuk setiap rumah. Dalam rentang waktu sekitar 3 bulan saya harus membuat sekitar 160 desain rumah. Selain itu saya harus mengawasi pelaksanaan di lapangan. Dengan target penyelesaian rumah selama 3 bulan untuk tiap unitnya, bahkan ada juga yang harus diselesaikan dalam waktu 2 bulan. Sementara itu kualitas bahan dan kualitas pekerjaan harus tetap terjaga.

3

Untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan dalam membangun, perumahan ini menggunakan kuda – kuda baja ringan untuk rangka atap dan rangka plafond menggunakan besi hollow. Pemilihan material itu untuk mengatasi masalah kesulitan mendapatkan material kayu yang berkualitas. Penggunaan material kayu hanya untuk kusen dan daun pintu-jendela.

Untuk desain rumah standard, terdiri dari tiga type, yaitu; type 29/60, type 36/80 dan type 45/112. Saat ini hanya tinggal tersisa beberapa unit saja.

Pengalaman yang didapat dari mengerjakan proyek ini adalah saya dapat bertemu dengan begitu banyak klien (konsumen perumahan) dengan background yang berbeda-beda sehingga saya dapat lebih memahami keinginan dan kebutuhan masyarakat akan sebuah rumah tinggal.


Responses

  1. thx mas artikelnya karena bisa menambah wawasan / inspirasi buat saya…karena saat ini saya juga punya tantangan untuk meracang perumahan gaya bali..lain dari itu bisa saya minta info…berapa biasanya fee / presentase kalau saya merancang/konsep /disain sekalian mengawasi pembangunan …mohon penjelasan/bimbingannya .trim sebelumnya

    • pada umumnya fee untuk perencanaan dan pengawasan sekitar 10% dari nilai proyek

  2. mau tanya alamat lengkap cluster bali beserta no telp. nya, terima kasih

    • nomor telponnya: 022 87240630

  3. keep posting.. nice blog kang..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: