Posted by: mejagambar | October 29, 2009

Merencanakan,Merancang & Membangun Rumah Tinggal Islami (bagian 2)

Prinsip Rumah Tinggal Islami

Prinsip-prinsip berikut menjadi landasan utama perencanaan dan  pembangunan rumah islami, yaitu prinsip tauhid (kepercayaan tentang ke-Esa-an Tuhan), prinsip rububiyah (mensyukuri rahmat dan rejeki-Nya), prinsip khilafah (bertanggung jawab terhadap diri dan dunianya), prinsip Tazkiyah (memelihara hubungan dengan Tuhan, sesamanya dan alam lingkungannya).

Tauhid (kepercayaan tentang ke-Esa-an Tuhan)

Allah adalah satu dan tidak ada sekutu dalam penciptaan dunia. Allah adalah pelaksana semua urusan di dunia ini dan semuanya tiada pencipta dan pemberi. Semua maujud dari yang besar hingga yang kecil, adalah ciptaan Allah.

Bila saat ini kita berencana membangun rumah, maka harus disadari bahwa hal ini hanya karena kekuasaan Allah, sehingga kita memiliki kemampuan untuk membangun sebuah rumah. Harus diingat pula bahwa kita akan membangun rumah di atas lahan milik Allah, menggunakan bahan-bahan ciptaan Allah, mulai dari batu untuk pondasi, tanah (bata) untuk dinding , kayu untuk atap dan pintu. Maka sadarilah bahwa kita membangun rumah, semata-mata hanya karena kekuasaan dan pemberian Allah. Membangun rumah semata-mata hanya untuk beribadah dan berserah diri kepada Allah.

Rububiyah (mensyukuri rahmat dan rejeki-Nya)

Sungguh suatu rahmat yang luar biasa bila saat ini kita diberi keluasan rezeki, hingga kita dapat membangun sebuah rumah. Betapa banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk memiliki sebuah rumah. Sudah sepantasnya kita bersyukur atas rahmat dan rezeki yang telah diberikan kepada kita. Salah satu ungkapan rasa syukur kita adalah dengan menggunakan rezeki dengan bijak, tidak berlebih-lebihan tidak pula kikir. Dalam membangun rumah, kita harus menggunakan sumber daya secermat mungkin, sehingga tidak ada yang mubazir. Namun jangan pula pelit (terlalu irit) yang dapat berpengaruh terhadap kekuatan bangunan.

Khilafah (bertanggung jawab terhadap diri dan dunianya)

Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi tersebut. Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SWT.

Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia sampai hari kiamat. Pertama, memakmurkan bumi (al ‘imarah). Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun (ar ri’ayah).

Manusia mempunyai kewajiban kolektif yang dibebankan Allah SWT. Manusia harus mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata, dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu.

Melihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya sebagai SDM (sumber daya manusia). Memelihara dari kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat. Karena sumber daya manusia yang rusak akan sangata potensial merusak alam. Oleh karena itu, hal semacam itu perlu dihindari.

Setiap jengkal lahan yang kita miliki adalah amanah, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dititipkan kepada kita. Gunakan dan peliharalah lahan yang kita miliki secara optimal namun tidak melanggar hak yang lainnya, seperti hak  lingkungan, tetangga, alam  juga mahluk hidup yang lainnya.

Tazkiyah (memelihara hubungan dengan Tuhan, sesamanya dan alam lingkungannya)

Habluminannas dan habuminal alam dalam rangka habluminallah. Ketiganya sejalan dan tidak untuk dipertentangkan.  Orang yang mengabaikan habluminannas dan habluminal alam selain mendapatkan murka dari Allah dan konsekuensi di akherat, juga akan menerima konsekuensi dari sesama manusia dan dari alam yaitu berupa perlakuan atau sangsi atau hukuman dari aturan/hukum atau norma masyarakat di mana ia berada. Bencana alam juga sering terjadi akibat manusia merusak alam, seperti penggundulan hutan yang mengakibatkan erosi/longsor dan banjir.

Habluminallah

Manusia diciptakan oleh Allah untuk mengabdi kepadaNya. Allah memerintahkan manusia untuk menyembah hanya kepada Allah, dan beribadah kepadaNya.

Habluminannas

Allah memerintahkan manusia untuk saling menyayangi dan berbuat baik satu dengan yang lainya.

Habluminal alam

Allah memerintahkan manusia untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi, tetapi harus memakmurkan bumi, dan memelihara bumi dari upaya perusakan dari pihak manapun.

Bersambung……


Responses

  1. keren meng, bahwa arsitektur islam/ islami tu berlaku utk semua bangunan, tak trekecuali.

    • ya, betul don, selama tetap menerapkan kaidah atau nilai-nilai Islam

  2. Hallo mas Ali, saya sangat tertarik dengan rumah moderen tradisional, tetapi kadang kala kita terbentur dengan luas lahan yang tidak memungkinkan, kebetulan saya akan membangun rumah dengan luas tanah 12mx19m, saya sangat ingin sekali rumah yang ada joglonya sebagai ruang utama dan kamar tidur utama terpisah dari ruang utama yang fiuw nya sama2 ke taman belakang, kira2 berapa dana yang harus saya keluarkan kalau saya memakai jasa anda untuk rumah impian saya ini? terimakasih imelda

    • Luas Lahan 12×19 saya rasa sudah cukup dan memungkinkan untuk dibangun rumah modern-tradisional, asal penataannya tepat
      Yang dimaksud dana untuk perencanaan atau dana untuk pembangunan? untuk biaya perencanaan dapat dilihat di sini biaya pembangunan rumah 1 lantai untuk daerah Bandung mulai dari 1,8jt Rupiah /m2 (tergantung spesifikasi material).
      Terima Kasih

  3. saya dan suami punya tanah yg luasx 15 x 40 m2,. kami ingin sekali membangun rumah bernuansa bali yg hijau, mohon bantuan x. tks

    • silahkan hubungi saya di 081 321 1818 44, mudah mudahan saya bisa membantu,
      terimakasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: