Posted by: mejagambar | November 15, 2010

Full Service Architect

Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa pekerjaan seorang arsitek hanyalah membuat desain bangunan. Namun ternyata tidak demikian, karena ada kalanya seorang arsitek harus mendampingi klien mulai dari mimpi untuk memiliki rumah hingga rumah selesai dan siap untuk dihuni.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendampingi klien yang juga salah satu saudara dekat saya, untuk mewujudkan impiannya memiliki sebuah rumah. Keinginannya sih cukup sederhana hanya sebuah rumah dua lantai dengan empat buah ruang tidur, yang menjadi masalah adalah saudara saya ini belum memiliki lahan untuk membangunnya, bahkan biaya untuk membeli lahan dan membangun rumahnyapun belum tersedia sepenuhnya, saudara saya hanya mempunyai sedikit uang tabungan. Tapi jangan menyerah kita cari solusinya.

Mencari Lahan

Langkah pertama yang kami jalankan adalah mencari lahan, (belum punya duitnya kok cari lahan….biarin aja cari lahan kan ngga pake duit). Bermodalkan iklan baris di surat kabar lokal kamipun mulai mencari lahan, saat itu kami mencari lahan dengan luas sekitar 100 m2. Setelah hampir tiga minggu keliling mencari lahan, akhirnya kami menemukan lahan yang sesuai dengan yang diinginkan di daerah Bandung Timur. Dengan luas lahan 120 m2 dan berada di sebuah komplek perumahan yang cukup nyaman.

Negosiasi dengan pemilik lahan

Dengan harga tanah 800 ribu rupiah /m2, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli lahan adalah 96 juta rupiah. Setelah tawar menawar akhirnya disepakati harga 750 ribu /m2. Sehingga total biaya lahan adalah 90 juta rupiah. Namun kami meminta agar pembayaran dapat diangsur dan membayar uang muka sebanyak 20% atau sebanyak 18 juta rupiah. Kesepakatanpun diatur di perjanjian jual beli di hadapan notaris.

Membuat Perencanaan

Setelah lahan tersedia kami mulai melakukan perencanaan. Karena sejak awal sudah punya keinginan yang jelas, maka proses desain pun tidak terlalu sulit. Hanya dua kali revisi desain rumah tinggal sudah final, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat gambar kerja (bestek) dan rencana anggaran biaya (RAB). Berdasarkan desain, luas bangunan yang direncanakan adalah 110 m2 dengan biaya konstruksi per m2 Rp. 2,25 Juta,  jadi biaya yang dibutuhkan untuk membangun adalah Rp. 247,5 Juta.

Mengurus Perijinan

Izin yang diperlukan adalah izin mendirikan bangunan (IMB), tinggal datang saja ke Unit Pelayanan Satu Atap, Pemkot Bandung, lalu mengisi dan menandatangani formulir permonan. Menyerahkan berkas yang dibutuhkan, antara lain; surat bukti kepemilikan tanah, gambar rencana bangunan dari arsitek, gambar dan perhitungan konstruksi, gambar instalasi, photo copy KTP, juga PBB tahun terakhir. Karena berkasnya lengkap dalam 12 hari kerja IMB sudah selesai.

Mencari Sumber Pembiayaan

Tahap yang paling sulit adalah mencari sumber pembiayaan. Setelah mencari informasi ke beberapa bank baik negeri maupun swasta, akhirnya kami memperoleh informasi tentang  BNI Griya.

BNI Griya adalah fasilitas kredit untuk pembelian/pembangunan/renovasi rumah tinggal, rumah susun, ruko, rukan, apartemen dan rumah peristirahatan (villa) atau untuk pembelian kavling/tanah matang di real estate, kavling pemerintah atau swasta. Dengan minimal kredit Rp 10 juta dan maksimal Rp 5 miliar, kita juga bisa bebas memilih lokasi rumah/ kavling, dengan waktu pembayaran maksimal 20 tahun.

Dengan self financing minimal 10% dari harga tanah berikut rumah yang akan dibiayai, dan berdasarkan perencanaan biaya, biaya untuk tanah dan pembangunan rumah adalah  Rp. 337,5 Juta, maka kami harus punya  Rp. 33,75 juta untuk self financing. Dan sisanya sebesar Rp. 303,75 Juta dibayarkan oleh bank. Dana tersebut digunakan untuk melunasi pembayaran tanah dan untuk biaya membangun.

Proses Pembangunan

Setelah semuanya siap akhirnya kami mulai membangun. Tidak ada kendala apapun dalam proses pembangunan ini. Dengan dukungan tukang yang berpengalaman dan pengawasan secara ketat, pembangunan yang direncanakan selesai dalam waktu 6 bulan dapat diselesaikan dalam waktu 4 bulan, apalagi saat itu cuaca mendukung, sehingga kami dapat bekerja secara optimal.


Responses

  1. good idea can you relized it in jakarta

    • Tentu saja bisa, saat ini saya juga sedang menangani proyek rumah tinggal di Jakarta

  2. suka …
    mungkin suatu saat perlu juga ..

  3. Kang…tiasa desain lanskap taman belakang..? hoyong aya kolam renang anak, aya curug ngalir ka kolam renang, aya rumah kayu disisi kolam renang.
    luas lahan 8x7m.. ukuran kolam cekap 3×4..

    • Tiasa kang, lokasina dimana kang?

      • lokasi di bandung, jln. cipamokolan komplek cipaganti regency.. kumaha teknis na nya ?

      • Saya siapkan dulu usulan desainnya, nanti bisa janjian untuk ketemu lihat lokasi

  4. okay…diantos kabarna.. ieu no abdi 08170210353, sms heula nya kang.

  5. apakah bisa dibuatkan lanscap untuk rumah kebun , beserta kontur tanah agar tidak terlihat hanya mendatar saja. Luas tanah saya 900 M2 dan lahan untuk rumah kira2 150 M2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: