Posted by: mejagambar | December 13, 2010

Trend Pengembangan Perumahan di Bandung

Trend pengembangan perumahan khususnya di Kota Bandung saat ini bisa dikatakan telah bergeser. Bila dahulu pengembangan perumahan dilakukan hanya oleh developer ternama dengan proyek perumahan yang besar, kini mulai banyak pengembangan perumahan yang dilakukan oleh developer kecil bahkan perorangan, dengan ukuran proyek yang lebih kecil. Biasanya pengembangan perumahan hanya dilakukan di lahan dengan luas kurang dari 5000 m2, dengan konsep cluster atau cul de sac yang hanya terdiri dari sekitar 40 unit rumah.

Dengan jumlah unit yang sedikit tentu saja ada kelebihannya karena perumahan menjadi terasa lebih ekslusif, dengan satu pintu masuk yang dijaga oleh petugas keamanan sehingga penghuni merasa lebih aman. Selain rumah mewah, rumah sederhanapun mulai menerapkan konsep ini. Mulai dari type 36 hingga type yang lebih besar, dengan model bangunan modern minimalis.

Pemilihan lokasi pun cukup strategis karena memilih lahan di kantong-kantong pemukiman yang telah hidup di lokasi yang dekat dengan pusat kota dan pusat kegiatan. Trend seperti ini bukanlah tanpa alasan, selain karena semakin sulitnya lahan untuk perumahan di perkotaan, pembangunan perumahan dengan skala kecil lebih sederhana baik dari segi perijinan, pembangunan dan pengelolaan. Dengan jumlah unit yang kecil pengembang tidak perlu membuat fasilitas umum/fasilitas sosial yang lengkap, sehingga biaya proyek dapat ditekan dan harga jual unit rumah pun lebih murah. Modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan perumahanpun tidak terlalu besar, apalagi bila menggunakan system indent, bangunan akan dibangun bila sudah terjual, sehingga beban biaya konstruksi yang harus ditanggung pengembang tidak terlalu besar.

Dari sisi konsumen, trend seperti ini ada keuntungannya juga, karena menjadi lebih banyak pilihannya, selain itu lokasinya pun biasanya berada dekat dengan pusat kota dan berada di lingkungan yang telah hidup dengan sarana penunjang yang lengkap seperti sekolah, pasar, fasilitas kesehatan dll. Dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan membeli rumah di perumahan ternama yang lokasinyapun biasanya berada agak di pinggiran kota.

Namun konsumen pun perlu berhati-hati dalam memilih perumahan dan pengembangnya, karena ada juga perumahan yang bermasalah lahannya, perijinan dan kualitas bangunannya. Sebaiknya menggunakan fasilitas KPR dari bank, agar lebih terjamin, karena pihak bank tidak akan sembarangan memberikan kredit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: